JAPAN WINTER TRIP ( HOKKAIDO-TOKYO-OSAKA-KYOTO)

Perjalanan panjang dari Utara Jepang hingga Selatan Jepang ini adalah dadakan trip yang pertama kali pernah saya lakukan. Seriously saya hunting tiket pesawat H-1 bulan, dimana saat itu belum pegang visa dan kebetulan dapat tiket murah Cathay hanya 6,5juta PP rute Jakarta-Sapporo, dan Osaka-Jakarta di musim libur tahun baruan kyaaaaa. Mengapa saya katakan ini murah? karena jika dibandingkan rute mainstream yang orang lain ambil jika hendak ke Hokkaido, maka bisa menghabiskan sekitar paling murah 8juta PP dengan rute, Jakarta - Tokyo, Tokyo-Sapporo dan Osaka-Jakarta. Oke next, kita langsung bahas perjalanan Day 1 yah.


DAY 1 : JAKARTA-SAPPORO TRANSIT HONGKONG 12 JAM


Gimana rasanya long transit 12 jam, boring ga? Boring sih engga, karena kita sampai hongkong itu jam 9 malam, jadi lanjut tidur dan pagi harinya sudah terbang lagi ke Sapporo. Lalu tidurnya dimana? Tadinya mau booking lounge tapi sudah full, booking airport hotel hmmm mahal kaleee harganya, maklum yah libur tahun baru, tapi airport hotel hongkong sih keterlaluan mahalnya! jadi kami putuskan bobok di pojokan di kursi yang berjejer di airport. Karena bawa si kecil, jadi saya emang udah siapin peralatan tempur seperti bantal tidur,selimut tebal, snack2 si kecil dsb yang membuat nyaman senyaman mungkin.

Pagi hari sebelum check-in kami sarapan dulu di foodcourt, bubur ayam dan mie yang halal pastinya. Enaaakkk banget, dan murah juga loh! Nama restonya Putien, wajib mampir yah kalo pas lagi di Hongkong Airport.





DAY 2 : SAPPORO CLOCK TOWER


Pagi hari pukul 8 pagi waktu Hongkong, kami terbang menuju New Chitose Airport, Sapporo. Tiba di sapporo pukul 2 siang. Setelah mengambil bagasi, kami menuju JR ticket center untuk menukarkan voucher JR Pass yang kami beli di Klook. Di ticket center ini kami juga sekaligus melakukan reserved seat gratis untuk beberapa tiket yang akan kami gunakan hingga 7 hari kedepan, khususnya rute2 panjang seperti New chitose airport-Sapporo, Sapporo-Hakodate, Hakodate-Tokyo dan Tokyo-Osaka. Informasi penting yang harus kamu ketahui adalah jika kamu membeli JR whole pass dengan masa berlaku 7hari, kamu bebas berkeliling Jepang selama 7hari dengan menggunakan train / shinkansen yang di operasikan oleh JR lines.

Apakah semua train di Jepang milik JR lines? tentu tidak, tapi sebagian besar kota di Jepang bisa di akses dengan train/ shinkansen milik JR. Bahkan di dalam kota seperti Tokyo, Sapporo, Osaka, dan Kyoto akses JR lines banyak yang bisa digunakan. Artinya hanya dengan JRpass saja, kamu sudah bisa keliling Jepang tanpa keluar uang lagi. Walaupun ada beberapa rute di dalam kota yang tidak bisa menggunakan JRPass, contohnya jika ingin ke Odaiba di Tokyo kamu harus mengeluarkan uang lagi. Saya sendiri walaupun punya JRpass tetap membeli suica card yang saya top up sebesar 200ribu rupiah selama 8 hari di Jepang, untuk cadangan jika ternyata rute yang saya lewati tidak bisa di akses dengan JRpass.

Malam hari pukul 7 kami tiba di Hotel Mystay Sapporo station. Letaknya hanya 200meter dari sapporo station jadi kami jalan kaki geret2 koper hehehe. Keluar station hwaaaa jalanan tertutup salju, very excited! Selepas check in, kami mandi air hangat dan buru-buru keluar hotel menuju Sapporo clock tower yang hanya berada 1kilometer dari hotel. Jalan kaki sajalah, maklum hari pertama masih semangat2nya tenaga masih full dan alhamdulillah si kecil gak crancky alias enjoy aja jalan di tumpukan salju yang well bikin hampir kepleset berkali-kali.Sampailah di clock tower, sepi yah karena memang ice festival yang biasanya di selenggarakan di lokasi ini baru akan dimulai bulan Februari nanti. Tapiiii...OMG banyak banget ketemu turis Indonesia Raya disini hahahah. Setelah keliling-keliling dengan berjalan kaki, kami melipir ke convenience store setelah sebelumnya kelelahan cari-cari makanan halal yang aseli susah banget pake google map gak nemu dimana itu lokasinya. Karena hari sudah makin malam dan dingin kami putuskan kembali ke hotel dan beristirahat. Karena besok akan keluar kota yaitu Otaru...kyaaaaa.


DAY 3 : OTARU CANNAL-SAKAIMACHI STREET OTARU-MUSIC BOX MUSEUM OTARU-ASAHI BEACH HOKKAIDO

Pagi hari setelah sarapan kami menuju Otaru dengan menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam. Sepanjang perjalanan mata kami dimanjakan oleh perfektur kota yang cantik tertutup salju, dan amazingly kereta yang kami naiki melewati pinggiran pantai yang tertutup salju. wooow. cantik! Keluar dari Otaru station kami menunggu bus di terminal bus yang berada tepat di depan station. Sebenarnya bisa saja berjalan kaki dari station ke Otaru cannal, namun karena angin salju yang kencang pagi itu, kami putuskan naik bus saja. Tips : selalu siapkan uang receh atau logam yen. Karena itu berguna untuk membayar ongkos bus. Tidak sampai 10 menit kami tiba Otaru cannal terminal, dan hanya butuh berjalan kaki sekitar 5 menit untuk menemukan cannal yang super ngehits se-Hokkaido. Dan lagi lagi ketemu banyak turis Indonesia Raya! hahahaha.

Otaru Cannal


Hari menuju siang, tapi udara tetap dingin yes, kami keliling cari halal food menggunakan google map, dan yes kali ini ketemu! Halal food yang ternyata sebenarnya mereka served non halal juga sih, tapi mereka claim bahwa peralatan masak terpisah. Oke well, kita pesan seafood saja. Dan alhamdulillah di resto ini juga disediakan prayer room letaknya di lantai 2, saya coba naik kesana dan lumayan lah yah, ada 3 sajadah yang bisa digunakan moslem tourist.


Donburi, Halal food, Otaru


Selepas makan siang dan sholat Dzuhur, ternyata di depan resto ini adalah Sakaimachi street yaitu kebetulan adalah salah satu hotspot yang masuk kedalam itinerary kita berikutnya, hehehe gak repot-repot pakai google map lagi deh. Sakaimachi street adalah sebuah jalan kecil yang kanan kirinya di penuhi toko souvenir, resto, cafe dengan nuansa antik dan otentik.



sakaimachi street, Otaru


Di ujung jalanan ini kami bertemu dengan Music Box Museum yang gak kalah nge hits di kalangan tourist yah! Di pintu masuk museum ini, ada sebuah clock tower yang setiap 5 menit sekali akan megeluarkan asap dan berbunyi dengan nada-nada musik, keren deh! Masuk ke dalam museum, waaah ternyata banyak banget music box dengan berbagai macam model, musik dan harga, dari yang murah sampai yang mahal pun ada. Museum ini ternyata bukan museum yah, tapi toko music box lebih tepatnya! hehehe besar dan luas sekali, seperti rumah pohon/ kayu di negeri dongeng.


Music Box Museum, Otaru


Tepat di seberang jalan Museum ada sebuah cafe dan toko souvenir Hello kity, yah mampir dong kita kesana atas permintaan si kecil. Setelah membeli beberapa souvenir HK, kami segera mencari station terdekat untuk menjalani itinerary berikutnya yaitu Shiroi Koibito Park yang berada tidak jauh dari kota Sapporo.

Terdorong oleh rasa penasaran, saat berada di JR train yang akan membawa kami ke Shiroi Koibito Park, secara impulsif kami memutuskan turun di Asahi station. Saat berangkat tadi pagi, terlihat banyak sekali turis lokal yang turun di station ini, yaitu station yang terletak tepat di bibir pantai Asahi beach. Station nya kecil sekali, ruangan tempat mesin tiketnya lebih mirip sebuah rumah berukuran 6x6 meter saja. Melewati mesin tiket, kami berjalan menyusuri pinggir pantai yang penuh dengan salju, super cantik! Tepi pantainya pun hanya berjarak sekitar 10 meter dengan rel kereta , uwoow unique but still dangerous.


Asahi Beach-Hokkaido


Berada 1 jam di asahi beach, kami memutuskan melanjutkan perjalanan menuju Shiroi Koibito Park. Ada kejadian menegangkan selama perjalanan kesana. Kami turun di Teine station pukul 4 sore. Saat winter pukul 4 sore kondisi langit sudah gelap seperti senja. Untuk sampai ke Shiroi Koibito Park, kami harus menaiki JR bus selama kurang lebih 15 menit. Yang keren di jepang ini jadwal transportasi apapun akan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang tertera di aplikasi transportasi, even sebuah bus tepat waktu tidak pernah telat atau lebih awal 1 menit pun! Keluarlah kami dari Teine station dan mendapati bus tsb tiba di halte. Tidak sampai 5 menit bus berangkat ada rombongan penumpang bule yang membawa papan surfing yang tiba-tiba berdiri dan berdiskusi dengan pak supir. Lumayan lama yah 5 menit mereka terlihat kebingungan dan akhirnya memutuskan turun dari Bus. Owalah salah bus mereka, pikir saya dalam hati. Kemudian 10 menit bus berjalan, kami baru tersadar bahwa kondisi bus sudah kosong , hanya kami bertiga dan 1 orang penumpang lokal. Perasaan tidak enak, saya memberanikan diri bertanya ke penumpang lokal tsb apakah bus yang saya naiki ini sudah benar akan membawa saya ke Shiroi Koibito Park. Apesnya dia tidak bisa bahasa inggris, jadi entahlah dia berbicara apa saya cuma angguk2 hahaha. Akhirnya benar saja yah, bus belok masuk ke sebuah terminal yang gelap dan sepi sekali, sepertinya itu bukan terminal tapi lebih tepatnya pangkalan bus. hiks. Mau tidak mau yah turun, karena itu pangkalan terakhir. Sebelum turun supir bus dengan tenang ( seakan2 sudah terbiasa menghadapi turis yang nyasar ) menunjuk sebuah halte kecil di seberang jalan, oke paham, kita disuruh tunggu bus disana. Langit semakin gelap, kami buru2 menyebrang ke halte yang ala kadarnya itu, gelap sempit, tidak tertutup, informasi di halte tersebut huruf kanji semua, kyaaaaa...Alhamdulillah tidak sampai 10 menit ada bus yang lewat dan kami memberanikan diri naik dahulu, baru tanya kemudian hahahah. 5 menit kemudian rombongan bule papan surfing naik ke bus yang kami tumpangi juga, owalaaaah ternyata kita satu team nyasar wakakakak, tapi artinya mereka lebih apes yah harus nunggu pinggir jalan lebih lama dari kita. Sepanjang perjalanan saya terus berfikir kenapa bisa salah naik bus jamaah gini yah, padahal jadwal di aplikasi sudah tepat dengan jadwal bus datang, no bus nya pun sama. Saya googling mencari informasi lanjutan, ohh ternyata ada kesalahan nomor bus di aplikasi, seharusnya nomor bus lain dan bus tsb berada di seberang pintu Teine station, bukan bus yang berada tepat di jalur pintu keluar station. hmmm.....ternyata ada menyesatkannya juga yah aplikasi2 ini. Tapi gapapa cuma sekali ini aja kok, lainnya besstt deh aplikasi transportasi di Jepang!

Drama salah naik bus menyebabkan kami terlambat sampai di Shiroi Koibito Park. Daan you know what? tempatnya sudah closed! jadi kami datang, sementara orang-orang didalam lagi pada di usir2in suruh keluar sama petugas. huhuhu. Pelajaran penting buat kamu yang mau ambil rute ini, jangan ambil rute : OTARU CANNAL-SAKAIMACHI STREET-MUSIC BOX MUSEUM-ASAHI BEACH-SHIROI KOIBITO PARK, tapi ambil lah rute : SHIROI KOIBITO PARK-ASAHI BEACH-OTARU CANNAL-SAKAIMACHI STREET-MUSIC BOX MUSEUM. oke! karena sayang banget kalo kemaleman sampai di shiroi sementara tempat ini bagus banget dan cocok untuk kamu yang bawa anak-anak.


yap sekian cerita perjalanan kami di Hokkaido, hari ke-4 kami akan check out menuju Tokyo menggunakan shinkansen Hayabusa, tapiii masih transit dulu di another beautiful place at Hokkaido yaitu Hakodate. Tonton keseruan perjalanan kami melalui video di youtube channel saya yah :







5 views
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now